Archive for August, 2006

We named it farewell

Monday, August 21st, 2006

Wina SW1

We named it farewell

Since the border and space

Show among us suddenly

We named it farewell

Since it closing one part

Ending a story in a place

Without dialogue

We named it farewell

Because we will not be together anymore

In this place

Like yesterday, we walked, communicated,

Crying, laughing and build stories

Together

It is farewell

no need to cry

because, a new tomorrow will come

welcoming you

in a new place with a new story

Because it is farewell

whatever it will be

it never able to separate our heart and feeling

Though a space between us

but the past that we created together

will never ending

: memories and friendship

Farewell, my friends

We will be together again

in once upon a time in the future

at one place in somewhere

in one circumstances

(Kyoto 4 April 2005)

Kita sebut ia perpisahan

Kita sebut ia perpisahan

karena tiba-tiba di antara kita

ada batas dan ruang

kita sebut ia perpisahan

karena ia selalu akhiri suatu babak

menutup sebuah cerita pada sebuah tempat

tanpa kompromi

kita sebut ia perpisahan

karena setelah ini, kita tak bersama

di sini, seperti kemarin

melangkah ,bertukar sapa, menangis,

tertawa dan menjalin kisah

bersama

inilah perpisahan,

maka tak perlu tangisi ia

karena esok sebuah awal baru menanti

sebuah pertemuan

dalam kisah yang berbeda

di tempat yang berbeda

karena perpisahan,

seperti apapun ia,

takkan mampu memisahkan hati dan rasa

di antara kita

walau kini ada jarak,

namun apa yang pernah kita rajut bersama

akan terus ada dalam hati selamanya:

sebuah kenangan dan persahabatan

selamat jalan, sahabatku!

kita akan bersama lagi nanti

pada suatu masa

kita akan bersama selalu

dalam ingatan dan doa

(Kyoto, 4 April 2005)

Dilemma

Monday, August 21st, 2006

Wina SW1

I am flying to catch my olden times

in a site where we shelter our love

nowadays always steal me back

detain me in a garden of his heart

and persuades me in his word

“just take my white tender and walk beside me to a world

where we can grow our loves!”

whenever I flee, he sending a bunch of smiles

put me into a corner

: You with all the memories and him with hopes of tomorrow

(Beijing, May 2006)

Dilemma

Terbanglahku meraih hari-hari lampau

tempat kita menyimpan cinta

hari ini selalu kembali mencuriku

memenjarakanku dalam taman hatinya

dan memabukkanku dalam rayuannya

“terimalah tawaran putihku dan berjalanlah di sisiku

ke dunia tempat kita menyemai cinta!”

setiap kumenjauh, ia kirimi aku setumpuk senyum

dan mengembalikanku pada simpang yang sama

: Engkau dengan segala kenangan

dan dia dengan seluruh harap untuk esok

(Beijing, Mei 2006)