We named it farewell
Wina SW1
We named it farewell
Since the border and space
Show among us suddenly
We named it farewell
Since it closing one part
Ending a story in a place
Without dialogue
We named it farewell
Because we will not be together anymore
In this place
Like yesterday, we walked, communicated,
Crying, laughing and build stories
Together
It is farewell
no need to cry
because, a new tomorrow will come
welcoming you
in a new place with a new story
Because it is farewell
whatever it will be
it never able to separate our heart and feeling
Though a space between us
but the past that we created together
will never ending
: memories and friendship
Farewell, my friends
We will be together again
in once upon a time in the future
at one place in somewhere
in one circumstances
(Kyoto 4 April 2005)
Kita sebut ia perpisahan
Kita sebut ia perpisahan
karena tiba-tiba di antara kita
ada batas dan ruang
kita sebut ia perpisahan
karena ia selalu akhiri suatu babak
menutup sebuah cerita pada sebuah tempat
tanpa kompromi
kita sebut ia perpisahan
karena setelah ini, kita tak bersama
di sini, seperti kemarin
melangkah ,bertukar sapa, menangis,
tertawa dan menjalin kisah
bersama
inilah perpisahan,
maka tak perlu tangisi ia
karena esok sebuah awal baru menanti
sebuah pertemuan
dalam kisah yang berbeda
di tempat yang berbeda
karena perpisahan,
seperti apapun ia,
takkan mampu memisahkan hati dan rasa
di antara kita
walau kini ada jarak,
namun apa yang pernah kita rajut bersama
akan terus ada dalam hati selamanya:
sebuah kenangan dan persahabatan
selamat jalan, sahabatku!
kita akan bersama lagi nanti
pada suatu masa
kita akan bersama selalu
dalam ingatan dan doa
(Kyoto, 4 April 2005)
August 23rd, 2006 at 8:11 am
i think the beauty of ‘bahasa indonesia’ is you can just refer to someone by ‘nya’ or ‘dia’ without having to explain in details :)) coz ‘details’ hurts
ps.i hate those who invent the word ‘farewell’
September 9th, 2006 at 8:12 pm
I love your poems, but i hate farewell