Mawar biru
Sunday, May 11th, 2008karena diri, esok dan mimpi
adalah nafas
maka darah dan airmata bukanlah ketakutan
apalagi kepedihan
10 Mei 2008
karena diri, esok dan mimpi
adalah nafas
maka darah dan airmata bukanlah ketakutan
apalagi kepedihan
10 Mei 2008
aku tunggu
pesan yang kautulis ketika purnama
dan hening yang kaukirim lewat malam
takkupedulikan lagi matahari
takkuhiraukan jua senyum pelangi
dalam pekatnya waktu
terus saja kusapa bulan
dengan percakapan bisu
berapa purnama lagi aku harus menunggu?
11 Mei 2008